Friday, 28 February 2014

Anak-anak Nabi Adam



Imam Tsa'labi berkata:
Ketika Ibu Hawa hamil, Janinnya seketika bisa bergerak lalu kaget dan berkata: “Dari mana yang bergerak ini akan keluar?”, saat lahir maka ia melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan, lalu yang laki diberi nama Habil dan yang perempuan diberi nama Layutsa.
Setelah selesai masa-masa melahirkan dan sudah suci, Nabi Adam ingin melakukan hubungan badan lagi. tapi Ibu Hawa menolak karena mengetahui betapa sakitnya saat melahirkan. tapi Nabi Adam selalu merayu terus sampai ibu Hawa mau lagi.

Dikatakan bahwa wanita itu pura-pura tidak mau padahal sebenarnya sangat menyukai senggama tapi takut pada saat melahirkan sebagaimana para ahli hukum menjelaskan bahwa syahwat laki-laki itu satu sedangkan perempuan itu Sembilan tapi tertutup malu, sehingga mereka tidak memperlihatkann­ya. itu karena adanya Taufiq. Sebagaimana Hadis Nabi yang artinya: “Mereka (wanita-wanita) menolak tapi sebenarnya mereka sangat suka”.

Imam Tsa'labi berkata:
Dan Ibu Hawa hamil lagi yang kedua dan lahirlah 2 anak kembar laki-laki dan perempuan dalam 1 kandungan, lalu mereka diberi nama Qobil dan Iqlima.
Ada yang mengatakan jumlah kandungan Ibu Hawa itu 20x, disetiap 1 kandungan melahirkan 2 anak kembar laki-laki dan perempun maka jumlah anaknya adalah 40 yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.
Ada yang mengatakan lagi bahwa anaknya ada 200 dan tidak pernah melahirkan 1 anak dalam 1 kandungan kecuali Nabi Syits yang mana dikeningnya ada Nur Musthofa Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ada yang mengatakan lagi bahwa anak cucu Adam bertambah terus selama Nabi Adam masih hidup sampai berjumlah kurang lebih 40 ribu yang terdiri laki-laki dan perempuan dan itu dalam firman Allah:

يآ أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونسآء ، واتقوا الله الذي تسآءلون به والأرحام ، إن الله كان عليكم رقيبا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (an-Nisa, 1)
[263] Maksud “dari padanya” menurut Jumhur Mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.
[264] Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

Diceritakan disaat anak cucu Adam berkembang biak jadi banyak, mereka saling bertengkar lalu Allah menurunkan tongkat dari surga pada Adam untuk mendidik mereka yang durhaka. Oleh karena inilah dikatakan bahwa sesungguhnya tongkat itu dari surga.

Imam Tsa'labi berkata:
Saat Qobil sudah besar maka Adam memasrahkan padanya urusan Polowijo sedangkan Habil dipasrahi tentang urusan ternak, lalu Allah memberi wahyu pada Adam agar Iqlima dinikahkan dengan Habil sedangkan Layutsa dinikahkan dengan Qobil. Namun Qobil menolak untuk menikah dengan Layutsa dan berkata: “Saya tidak akan menikah kecuali dengan Iqlima karena Iqlima dilahirkan bersamaku dalam 1 kandungan dan dia lebih aku cintai daripada saudarinya Habil”. Pada waktu itu nikah saudara diperbolehkan karena untuk memperbanyak keturunan.
Setelah itu Adam berkata: “Wahai anak-anakku janganlah kamu durhaka pada Allah yang telah memberi perintah padaku tentang masalah ini”. Lalu Qobil menjawab: “Saya tidak akan membiarkan saudaraku mempersunting Iqlima”.
Lalu Adam berkata: “Pergilah kamu dan saudaramu dan berkurbanlah untuk Allah pada sesuatu yang terbaik yang kalian miliki lalu letakkanlah kurban kalian, lalu tunggu dan lihatlah siapa yang kurbannya diterima, dia-lah yang lebih berhak atas Iqlima”.

Kemudian mereka sepakat untuk keluar dan menuju Makkah lalu naik disalah satu gunung. Habil berkurban pakai kambing yang pilihan sedangkan Qobil berkurban pakai gandum yang tidak disertakan tangkainya. lalu Qobil dan Habil berdiri menunggu apa yang akan terjadi, lalu dari langit turunlah awan putih dan bersinar pada kurbannya Qobil kemudian berpaling dan condong pada qurbannya Habil, lalu diambil dan dibawa naik kelangit dan itu adalah firman Allah:

واتل عليهم نبأ ابني آدم بالحق إذ قربا قربانا فتقبل من أحدهما ولم يتقبل من الآخر ، قال لأقتلنك ، قال إنما يتقبل الله من المتقين

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (al-Maidah, 27)

Lalu Qobil berkata pada saudaranya: “Jika kamu ambil Iqlima, aku akan membunuhmu dan tak akan aku biarkan kamu mengambil saudariku yang cantik dan aku pun tak akan mau menikah dengan saudarimu yang buruk rupa”.

No comments:

Post a Comment