“Pertama
kali yang mengumandangkan salam adalah Nabi Adam dan disebagian kabar ada
keterangan, tidaklah suatu kaum yang mengumandangkan salam kecuali mereka
selamat dari siksa”.
Setelah itu
Malaikat bertanya: “ya Allah, Apakah Engkau menciptakan mahluk yang lebih mulia
dari pada kami?”
Allah
menjawab: “Aku-lah yang menciptakannya
lewat tanganku (kekuasaan-Ku) sendiri dan Aku berucap: Wujud-lah, maka dia
jadi wujud”.
Setelah itu
Allah perintahkan pada para Malaikat untuk sujud pada Adam, dan yang pertama
sujud adalah Jibril, lalu Mika’il lalu Israfil lalu Izra’il, kemudian para Malaikat
Muqorrobin Sholawatulloh Wasalamuhu Ajma'in.
Kemudian Allah
perintahkan pada Iblis untuk sujud pada Nabi Adam, tapi Iblis membangkang dan
enggan untuk bersujud.
(yang
dimaksud sujud disini adalah sujud penghormatan, dengan membungkukkan badan / ± 30o )
Allah berfirman:
“Apa yang membuatmu tidak mau bersujud
pada Makhluk yang Aku ciptakan lewat tangan-Ku (kekuasaan-Ku) sendiri?”
Iblis menjawab:
“Aku lebih mulia dari padanya, Engkau menciptakanku dari Api sedangkan ia, Engkau
ciptakan dari tanah, dan saya telah beribadah kepada-Mu sejak dahulu dari masa
yang sangat lama sebelum ia Engkau ciptakan.
Allah
menjawab: “Dari dahulu Aku telah
mengetahui bahwa kamu akan durhaka pada-Ku. Maka semua ibadah yang kamu lakukan
tidak akan bermanfaat, mulai sekarang keluarlah dari Rahmat-Ku, sungguh Aku akan
memenuhi isi Neraka Jahannam darimu dan semua pengikutmu”.
Setelah
itu Iblis berkata: “ya Allah tangguhkanlah saya sampai hari kebangkitan”,
Allah
berfirman: “Sungguh kamu tergolong orang-orang yang diberi tangguh”.
Setelah
kejadian itu, Iblis wujudnya berubah menjadi syetan yang terkutuk, Nama asli Iblis
adalah Azazil yang jadi pembesar para Malaikat, tiada suatu tempat dilangit
maupun dibumi kecuali disitu ia melakukan sujud beribadah kepada Allah, tapi
karena durhaka maka semua ibadahnya menjadi sia-sia.
Dinamakan
Iblis karena ia telah Ablas (bablas/ambles/putus dari rahmat Allah)
______________________________________________________
Pertanyaan
Simple:
Kenapa Allah
menghancurkan musuh-musuh para Nabi, tapi membiarkan Iblis? Padahal dia adalah musuh
Nabi Adam?
Jawab:
Allah
membiarkan Iblis karena untuk mencoba para Makhluk.
Nabi Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika Allah berkehendak agar tiada makhluk
yang durhaka pada-Nya, maka Allah tidak akan menciptakan Iblis.
Dan adanya
Iblis itu merupakan siksaan bagi orang-orang kafir dan rahmat bagi orang-orang mu’min.
maka Allah akan mencintai orang-orang mu’min, sebab maksiat terhadap Iblis dan
juga Iblis minta pada Allah untuk menunda sampai hari kebangkitan.
______________________________________________________
______________________________________________________
Ketika
Nabi Adam turun dari Mimbar, beliau duduk diantara para Malaikat, lalu Allah
menidurkan Nabi Adam, (Karna tidur adalah istirahatnya badan).
Saat tidur,
Nabi Adam melihat Ibu Hawa dalam mimpinya sebelum Ibu Hawa diciptakan, setelah
melihatnya, akhirnya Nabi Adam jatuh hati padanya, kemudian Allah menciptakan Ibu
Hawa dari tulang rusuk bagian kiri Nabi Adam. Allah menciptakan Hawa, sama
bentuknya dengan Nabi Adam dan mempercantik ciptaan-Nya dan memberikannya
kecantikan melebihi 1000 bidadari. Ibu Hawa dan keturunannya-lah secantik-cantiknya
wanita sampai dihari kiamat nanti. Ibu Hawa mempunyai 700 ikatan pada rambut
dan tingginya sama dengan Nabi Adam dan Allah memberi gelang dan perhiasan dari
surga yang mengkilap melebihi Sinar Matahari.
Setelah
itu Nabi Adam terbangun dan tiba-tiba Ibu Hawa sudah ada disampingnya. Nabi
Adam heran, kagum dan jatuh cinta padanya dan syahwat pun merasukinya, lalu
dikatakan pada Nabi Adam "Jangan engkau
lakukan, sehingga engkau mendatangkan Maharnya". Nabi Adam bertanya
"Apa Mahar/Mas Kawinnya?”
Allah
menjawab: “Aku mencegah kalian dari pohon
gandum, maka janganlah kalian makan dan itulah maharnya”.
Ada yang
mengatakan:
Sesungguhnya
Allah berfirman: “Berikanlah dia mahar!”
Adam
bertanya: “Apa Maharnya?”
Allah
menjawab: “Bacakan Shalawat pada Nabi-Ku
dan Kekasih-Ku, Muhammad”.
Adam
bertanya: “Siapakah Muhammad itu?”
Allah
menjawab: “Dia adalah anak cucumu nanti
dan dia adalah penutup para Nabi.
Andai
bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan mahluk.
No comments:
Post a Comment