Sunday, 16 February 2014

Sujudnya Malaikat Pada Nabi Adam 'Alaihissalaam

Wahhab bin Munabbih berkata:
“Pertama kali yang mengumandangkan salam adalah Nabi Adam dan disebagian kabar ada keterangan, tida­klah suatu kaum yang mengumandangkan ­salam kecuali mereka selamat dari siksa”.

Setelah itu Malaikat bertanya: “ya Allah, Apakah Engkau menciptakan mahluk yang lebih mulia dari pada kami?”
Allah menjawab: “Aku-lah­ yang menciptakannya lewat tanganku (kekuasaan-Ku) sendiri dan Aku berucap: Wujud-la­h, maka dia jadi wujud”.

Setelah itu Allah perintahkan pada para Malaikat untuk sujud pada Adam, dan yang pertama sujud adalah Jibril, lalu Mika’il lalu Israfil lalu Izra’il, kemudian para Malaikat Muqorrobin Sholawatulloh Wasalamuhu Ajma'in.
Kemudian Allah perintahkan pada Iblis untuk sujud pada Nabi Adam, tapi Iblis membangkang dan enggan untuk bersujud.
(yang dimaksud sujud disini adalah sujud penghormatan, dengan membungkukkan badan / ± 30o )

Allah berfirman: “Apa yang membuatmu tidak mau bersujud pada Makhluk yang Aku ciptakan lewat tangan-Ku (kekuasaan-Ku) sendiri?”
Iblis menjawab: “Aku lebih mulia dari padanya, Engkau menciptakanku dari Api sedangkan ia, Engkau ciptakan dari tanah, dan saya telah beribadah kepada-Mu sejak dahulu dari masa yang sangat lama sebelum ia Engkau ciptakan.

Allah menjawab: “Dari dahulu Aku telah mengetahui bahwa kamu akan durhaka pada-Ku. Maka semua ibadah yang kamu lakukan tidak akan bermanfaat, mulai sekarang keluarlah dari Rahmat-Ku, sunggu­h Aku akan memenuhi isi Neraka Jahannam darimu dan semua pengikutmu”.
Setelah itu Iblis berkata: “ya Allah tangguhkanlah saya sampai hari kebangkitan”,
Allah berfirman: “Sungguh kamu tergolong orang-orang yang diberi tangguh”.

Setelah kejadian itu, Iblis wujudnya berubah menjadi syetan yang terkutuk, Nama asli Iblis adalah Azazil yang jadi pembesar para Malaikat, tiada suatu tempat dilangit maupun dibumi kecuali disitu ia melakukan sujud beribadah kepada Allah, tapi karena durhaka maka semua ibadahnya menjadi sia-sia.
Dinamakan Iblis karena ia telah Ablas (bablas/­ambles/putus dari rahmat Allah)
______________________________________________________
Pertanyaan Simple:
Kenapa Allah menghancurkan musuh-musuh para Nabi, tapi membiarkan Iblis? Padahal dia adalah musuh Nabi Adam?

Jawab:
Allah membiarkan Iblis karena untuk mencoba para Makhluk.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika Allah berkehendak agar tiada makhluk yang durhaka pada-Nya, maka Allah tidak akan menciptakan Iblis.
Dan adanya Iblis itu merupakan siksaan bagi orang-orang kafir dan rahmat bagi orang-orang mu’min. maka Allah akan mencintai orang-orang mu’min, sebab maksiat terhadap Iblis dan juga Iblis minta pada Allah untuk menunda sampai hari kebangkitan.
______________________________________________________

Ketika Nabi Adam turun dari Mimbar, beliau duduk diantara para Malaikat, lalu Allah menidurkan Nabi Adam, (Karna tidur adalah istirahatnya badan).
Saat tidur, Nabi Adam melihat Ibu Hawa dalam mimpinya sebelum Ibu Hawa diciptakan, sete­lah melihatnya, akhi­rnya Nabi Adam jatuh hati padanya, kemudian Allah menciptakan Ibu Hawa dari tulang rusuk bagian kiri Nabi Adam. Allah menciptakan Hawa, sama bentuknya dengan Nabi Adam dan mempercantik ciptaan-Nya dan memberikannya kecantikan melebihi 1000 bidadari. Ibu Hawa dan keturunannya-lah­ secantik-cantiknya wanita sampai dihari kiamat nanti. Ibu Hawa mempunyai 700 ikatan pada rambut dan tingginya sama dengan Nabi Adam dan Allah memberi gelang dan perhiasan dari surga yang mengkilap melebihi Sinar Matahari.

Setelah itu Nabi Adam terbangun dan tiba-tiba Ibu Hawa sudah ada disampingnya. N­abi Adam heran, kagum dan jatuh cinta padanya dan syahwat pun merasukinya, lalu dikatakan pada Nabi Adam "Jangan engkau lakukan, sehingga engkau mendatangkan Maharnya". Nabi Adam bertanya "Apa Mahar/Mas Kawinnya?”
Allah menjawab: “Aku mencegah kalian dari pohon gandum, maka janganlah kalian makan dan itulah maharnya”.

Ada yang mengatakan:
Sesun­gguhnya Allah berfirman: “Berik­anlah dia mahar!”
Adam bertanya: “Apa Maharnya?”
Allah menjawab: “Bacaka­n Shalawat pada Nabi-Ku dan Kekasih-Ku, Muhammad”.
Adam bertanya: “Siapak­ah Muhammad itu?”
Allah menjawab: “Dia adalah anak cucumu nanti dan dia adalah penutup para Nabi.

Andai bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan mahluk.

No comments:

Post a Comment