Thursday, 13 February 2014

Proses Permulaan Penciptaan Nabi Adam 'Alaihissalaam


Imam Tsa'labi bercerita dalam kitabnya:

“Pada waktu Allah Subhanahu Wa Ta’ala ingin menciptakan Nabi Adam ‘Alaihissalam, maka Allah memberi wahyu pada bumi: “Sesungguhnya Kami akan menciptakan Makhluk dari inti sarimu, sebagian ­ada yang taat pada-Ku dan ada pula yang durhaka pada-Ku, maka siapa yang taat pada-Ku akan Aku masukkan di Surga-Ku, dan siapa yang durhaka pada-Ku maka akan Aku masukkan di Neraka-Ku”.

Kemudian Allah mengutus Jibril ‘Alaihissalam turun ke bumi untuk membawa secakup tanah dari bumi, setelah Jibril sampai di bumi, maka bumi memberi sumpah pada Jibril dan berkata: “Sesungg­uhnya aku berlindung pada Allah yang Maha Mulia yang Mengutusmu, saya­ minta agar kamu tidak mengambil sesuatu dariku yang mana dapat bagian masuk Neraka”.

Setelah itu, Jibril tidak mau mengambil secakup tanah dan pulang pada Allah dan berkata: “Bumi telah minta perlindungan atas nama besar-Mu, maka saya tidak berani untuk mengambil sesuatu darinya. Kemudian Allah mengutus Mika’il agar meluncur ke bumi dan mengambil secakup tanah darinya, terus bumi mengucapkan sumpah padanya sebagaimana sumpahnya pada Jibril, kemudian­ Mika’il memulyakan sumpahnya bumi dan tidak mau mengambil sesuatu darinya.

Kemudian Allah mengutus Izra’il, ketika Izra’il turun ke bumi dan menancapkan tombak yang terdapat kantong yang ada padanya, maka bumi jadi guncang. Lantas Izra’il mengulurkan tangannya, lalu bumi bersumpah pada Izra’il sebagaimana sumpah yang disampaikan pada kedua saudaranya, maka­ Izra’il menjawab: “Taat pada perintah Allah itu lebih baik dari pada menuruti sumpahmu”.

Kemudi­an Izra’il mengambil secakup tanah dari pojokan 4 yang di ambil dari inti sari bumi, hitamnya, putihnya, merahny­a, dari gunungnya, atasn­ya dan bawahnya, kemudi­an secakupan tersebut diserahkan pada Allah. Lalu Allah bertanya: “Kenapa­ kamu tidak menuruti sumpahnya? Padah­al dia bersumpah atas nama-Ku?”

Izra’il menjawab: “ya Allah, perint­ah-Mu lebih berhak dilakukan, dan takut pada-Mu lebih diutamakan”. lalu Allah berfirman: “Mula­i sekarang, Kamu jadi Malaikat Maut dan Malaikat Pencabut Nyawa dan Malaikat Pengambil Nyawa dari jasad”.

Dan sebelum kejadian ini, belum ada yang namanya Malaikat Maut.

No comments:

Post a Comment