Thursday, 13 February 2014

Proses Manusia Pertama 'Alaihissalaam

Dalam Kitab Bada-i’uzzuhur halaman 36 diterangkan (yang kira-kira terjemahannya sebagai berikut):

Imam Tsa'labi mengatakan:
 Setelah ­ diambil secakupan tanah, maka bumi MENANGIS karena merasa dirinya kehilangan.

Kemu­dian Allah memberi wahyu pada bumi: “SUNGGUH SUATU SAAT NANTI AKU AKAN MENGEMBALIKAN APA YANG AKU AMBIL DARIMU”.

Sebagaimana firman Allah:

منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى

"dari bumi (tanah) Itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain, (Thoha, Ayat 55)".

Kemudian Allah mengutus Izrail agar secakupan tanah tadi diletakkan di pintu Surga, setelah diletakkan kemudian Allah mengutus Malaikat penjaga Surga yaitu Ridwan agar menjadikan secakupan tadi menjadi adonan dengan di campur air dari bengawan Tasnim, kemudian Allah mengutus Jibril agar mendatangkan segumpal tanah yang putih yaitu hati/intisari bumi, dan dari itu Allah menciptakan para Nabi, kemudian Allah mencampur debu tersebut dengan air sehingga menjadi adonan yang besar.

(Dan dikatakan pada makna/Syi’ir)
Wahai orang yang mengadu-kan kesusahan, tingg­alkanlah kesusahan itu dan Tunggulah solusinya karna waktumu itu berputar dari masa ke masa. Dan janganlah menentang jika kamu dalam keadaan keruh, karena sesungguhnya kamu tercipta dari paduan air dan tanah.

Setelah dijadikan adonan, lalu ditinggal selama 40 tahun sehingga menjadi tanah yang keras, kemudian dibiarkan selama 40 tahun lagi sehingga menjadi seperti batu bata, kemudian baru dibentuk jasad lalu diletakkan dijalan yang mana para Malaikat biasa melewati jalan tersebut ketika hendak naik dan turun, lalu dibiarkan disitu selama 40 tahun lagi.

Allah berfirman :


هل أتى على الإنسان حين من الدهر لم يكن شيئا مذكورا

"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (al-Insaan Ayat 1)".

Ibnu Abbas berkata: “Yang dimaksud ‘Masa’ tersebut adalah 40 tahun”.

Imam Tsa'labi berkata:
“Ketika Allah membuat adonan pada tanah liat Adam, Allah memberi siraman hujan kesedihan dan kesusahan selama 40 tahun, kemudian memberi siraman hujan kebahagiaan selama 1 tahun. Oleh karena itu jadilah dalam kehidupan, susah itu lebih banyak daripada senang, dan sedih lebih banyak dari pada bahagia”.

(Dan di dendangkan pada makna/Syi’ir):
Jika kamu berfikir pada pergantian zaman, manakah sesuatu yang lebih mengagumkan daripada ini (susah lebih banyak daripada senang).
Datangnya kebahagiaan itu bisa ditimbang! dan Cobaan itu bisa ditakar dengan Cetakan!

No comments:

Post a Comment