Dalam
Bada-i’izzuhur hal 3-4, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyaas al-Hanafy
menjelaskan:
Ibnu Abi Hatim mengatakan dalam tafsirnya :
Bahwa Allah swt. menciptakan ‘Arsy dari cahaya-Nya. Sedangkan
Kursi, melekat berdampingan dengan ‘Arsy.
Di
sekitar ‘Arsy, terdapat empat sungai, sungai pertama adalah sungai yang penuh
dengan cahaya, sungai yang kedua dari api yang membara, sungai yang ketiga dari
salju yang putih dan sungai yang keempat sungai dari air. Dan para malaikat,
berdiri di sungai-sungai itu seraya mambaca Tasbih.
Abi Hatim melanjutkan
perkataannya :
Allah telah menciptakan ‘Arsy dari Zamrud Hijau dan menciptakan empat pasak yang Allah
ciptakan dari Batu Rubi (Yaqut) Merah.
Panjang
antara pasak satu dengan yang lainnya, sama dengan jarak perjalanan kaki selama
80.000 tahun, demikian juga dengan lebarnya.
‘Arsy
berbentuk seperti Ranjang (jawa:Dipan/Amben).
‘Arsy
juga dijaga oleh delapan Malaikat. Menurutnya pula, ‘Arsy membentuk seperti
halnya Kubah bagi para malaikat dan sekalian alam.
Abi Hatim mengatakan pula:
Diceritakan
dari Rasulullah saw. Beliau bersabda: “’Arsy itu awalnya berada diatas air,
namun setelah Allah menjadikan beberapa Langit, maka Allah jadikan ‘Arsy itu di
atas Langit yang ke tujuh dan menjadikan Awan sebagai penyaring hujan. Andaikan
tidak di saring dengan awan, pasti bumi ini akan tenggelam.
Ada
yang meriwayatkan bahwa: Tingginya Awan dari bumi itu sejauh 12 mil
Ikrimah
mengatakan bahwa:
Sesungguhnya,
Allah telah menurunkan hujan dari langit dengan
bentuk besar seperti besarnya unta, Andai saja Awan dan Angin tidak
memecah-mecah air hujan itu, pasti air hujan itu akan merusak sesuatu yang ada
di muka bumi ini seperti hewan-hewan dan tanam-tanaman. sebagaimana firman
Allah:
وهو الذي يرسل الرياح بشرا بين يدي رحمته ، حتى إذا أقلت سحابا ثقالا سقناه لبلد ميت فأنزلنا به المآء فأخرجنا به من كل الثمرات ، كذلك نخرج الموتى لعلكم تذكرون
dan
Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan
rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami
halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka
Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti
Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu
mengambil pelajaran. (al-A’raaf, 57)
Untuk
lebih jelasnya, silahkan anda lihat kitab asal, Bada-i’uzzuhur fii waqaa-i’idduhuur



