Sunday, 23 March 2014

Penciptaan 'Arsy



Dalam Bada-i’izzuhur hal 3-4, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyaas al-Hanafy menjelaskan:

Ibnu Abi Hatim mengatakan dalam tafsirnya :
Bahwa Allah swt. menciptakan ‘Arsy dari cahaya-Nya. Sedangkan Kursi, melekat berdampingan dengan ‘Arsy.
Di sekitar ‘Arsy, terdapat empat sungai, sungai pertama adalah sungai yang penuh dengan cahaya, sungai yang kedua dari api yang membara, sungai yang ketiga dari salju yang putih dan sungai yang keempat sungai dari air. Dan para malaikat, berdiri di sungai-sungai itu seraya mambaca Tasbih.

Abi Hatim melanjutkan perkataannya :
Allah telah menciptakan ‘Arsy dari Zamrud Hijau dan menciptakan empat pasak yang Allah ciptakan dari Batu Rubi (Yaqut) Merah.
Panjang antara pasak satu dengan yang lainnya, sama dengan jarak perjalanan kaki selama 80.000 tahun, demikian juga dengan lebarnya.
‘Arsy berbentuk seperti Ranjang (jawa:Dipan/Amben).
‘Arsy juga dijaga oleh delapan Malaikat. Menurutnya pula, ‘Arsy membentuk seperti halnya Kubah bagi para malaikat dan sekalian alam.

Abi Hatim mengatakan pula:
Diceritakan dari Rasulullah saw. Beliau bersabda: “’Arsy itu awalnya berada diatas air, namun setelah Allah menjadikan beberapa Langit, maka Allah jadikan ‘Arsy itu di atas Langit yang ke tujuh dan menjadikan Awan sebagai penyaring hujan. Andaikan tidak di saring dengan awan, pasti bumi ini akan tenggelam.

Ada yang meriwayatkan bahwa: Tingginya Awan dari bumi itu sejauh 12 mil

Ikrimah mengatakan bahwa:
Sesungguhnya, Allah telah menurunkan hujan dari langit dengan bentuk besar seperti besarnya unta, Andai saja Awan dan Angin tidak memecah-mecah air hujan itu, pasti air hujan itu akan merusak sesuatu yang ada di muka bumi ini seperti hewan-hewan dan tanam-tanaman. sebagaimana firman Allah:

وهو الذي يرسل الرياح بشرا بين يدي رحمته ، حتى إذا أقلت سحابا ثقالا سقناه لبلد ميت فأنزلنا به المآء فأخرجنا به من كل الثمرات ، كذلك نخرج الموتى لعلكم تذكرون

dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (al-A’raaf, 57)

Untuk lebih jelasnya, silahkan anda lihat kitab asal, Bada-i’uzzuhur fii waqaa-i’idduhuur

Tuesday, 18 March 2014

Makhluk Pertama Yang Diciptakan Allah


Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari Amir Aqili ra. Beliau berkata: “Ya Rasulullah, Di mana Allah, sebelum Dia menciptakan langit dan bumi?

Rasulullah menjawab: “Dia berada di atas dan di bawah udara/awan, kemudian Allah menciptakan ‘Arsy di atas air.

Para Ulama berbeda pendapat tentang sesuatu yang diciptakan oleh Allah sebelum ‘Arsy.

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit ra. dia berkata:

Rasulullah saw Bersabda: “Sesungguhnya, pertama kali sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah Pena yang terbuat dari Cahaya (ada yang mengatakan terbuat dari Mutiara Putih) panjangnya sama dengan panjang antara langit dan bumi.

Kemudian Allah menciptakan Papan yang tercipta dari Intan Putih, Lembarannya terbuat dari Batu Rubi (Yaqut) Merah dan panjangnya seperti panjang antara langit dan bumi, sementara lebarnya antara tanah timur sampai tanah barat.

Anas bin Malik ra. berkata:

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya, Allah memiliki papan yang mempunyai dua sisi, satu sisi terbuat dari Batu Rubi (Yaqut) Merah dan sisi lain terbuat dari Zamrud Hijau sementara Pena-Nya terbuat dari Cahaya.

Ibnu Abbas ra. Berkata: ​​Allah SWT menciptakan Pena sebelum menciptakan Makhluk, dan Dia menguasai ‘Arsy, lalu Allah menatap Pena itu dengan penuh wibawa, sehingga pena itu terbelah dan meneteskan tinta.

Ibnu Abbas ra. Berkata:

Sesungguhnya, Pena itu menjadi terbelah sehingga memancarkan tinta yang terus mengalir sampai hari kiamat.

Kemudian Allah berkata kepada pena itu: “Tulislah!” Maka pena itu menjawab: “Ya Rabbi, Aku hendak menulis apa?”

Kata Allah: “Tulislah ILMU-KU tentang makhluk-Ku dengan wujud sampai hari kiamat”. 

Sa’id Bin Manshur mengatakan:

Pertama kali yang di tulis oleh Pena ialah
  
أنا التواب أتوب على من تاب 

“Aku adalah Dzat Yang Maha menerima Taubat atas orang-orang yang bertaubat” 

Ibnu Abi Hatim mengatakan:

Sesungguhnya, Pertama kali yang di tulis oleh Pena ialah



إن رحمتي سبقت غضبي



Sesungguhnya, Rahmat-Ku mendahului kemarahan-Ku

Perihal pertama kali yang dituliskan oleh Pena memang terdapat banyak versi, namun dalam hal ini yang di anggap benar adalah Versi Ibnu Abbas Ra. Yang mengatakan bahwa:

Saat itu, Pena menulis segala sesuatu yang ada sampai hari kiamat dan telah di pastikan (ditakdirkan) dari bentuk kebaikan, keburukan, kebahagiaan dan kesengsaraan. Sebagaimana Firman-Nya:



وكل شيء أحصيناه في إمام مبين



“dan segala sesuatu telah Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (Yaasin, 12)

Amr bin Aas mengatakan, Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:
Allah telah menulis (mentaqdirkan) semua makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, lima puluh ribu tahun terlebih dahulu”.

Hadits ini menunjukkan bahwa Pena diciptakan terlebih dahulu sebelum ‘Arsy.

Pena adalah makhluk pertama diciptakan dan kemudian Allah menciptakan Papan (Lauhul Mahfudz)

Ibnu Abbas mengatakan:

Allah memiliki sebuah Papan yang diciptakan dari Mutiara Putih, dan sehari semalam Allah selalu melihatnya sebanyak tiga ratus enam puluh (360X). Setiap kali Allah melihatnya,  Allah menciptakan, merizqikan, mematikan, menghidupkan, memisahkan, menguasai dan melakukan apa-apa yang Dia Kehendaki.



ألآ له الخلق والأمر تبارك الله رب العالمين



“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam” (al-A’raaf, 54). 

Itu adalah Firman Allah:


 وما تحمل من أنثى ولا تضع إلا بعلمه وما يعمر من معمر ولا ينقص من عمره إلا في كتاب ، إن ذلك على الله يسير


“Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah”. (Faathir, 11)

Demikian sekelumit tentang Makhluk Siapakah yang pertama kali diciptakan Allah?

Untuk lebih lanjut dan jelas,,,, silahkan anda buka Kitab asalnya, yakni Bada-i’uzzuhur hal. 2-3



Semoga Bermanfaat…

Wednesday, 12 March 2014

Kisah Akhir Nabi Adam dan Iblis


Bada-i'uzzuhur Menceritakan akhir kisah Iblis dalam catatannya...

Diceritakan bahwa:
Suatu ketika Iblis datang menghampiri Nabi Musa bin Imran ‘Alaihissalam, dan mengatakan: “Hai Musa, Jika engkau bermunajat pada Tuhanmu, maka mintakanlah syafa’at untukku dan tanyakanlah pada-Nya, Apakah Ia masih mau menerima taubatku jika aku bertaubat?”

Maka Musa bermunajat: “Ya Allah, Apakah Engkau mau menerima taubatnya Iblis jika ia bertaubat kepada-Mu?

Maka Allah menjawab: “Musa, Pengetahuan-Ku sudah terlanjur lebih dahulu. Sesungguhnya, Iblis tidak akan pernah bertaubat, sementara Aku adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Jika Iblis benar-benar bertaubat, tentunya ia mau bersujud kepada Adam. Tapi, Jika ia sujud di atas kuburannya Adam, Aku pasti akan menerima taubatnya”.

Setelah Musa bermunajat, Iblis datang lagi menghampirinya dan bertanya: “Hai Musa, Bagaimana dengan permintaanku? Sudahkah ada jawabannya?”.
Musa menjawab: “Semua itu tergantung atas sujudmu pada kubur Nabi Adam”.
Iblis berkata: “Aku tidak pernah melakukan sujud padanya disaat ia masih hidup. Sekarang, bagaimana mungkin aku akan sujud kepadanya? sedangkan ia sudah mati?”.

Diceritakan lagi bahwa:
Ketika sudah datang waktunya untuk kematian Iblis, Allah akan mengutus segerombolan Malaikat khusus untuk membantu Izra’il karna untuk menjegal Iblis dan mencabut nyawanya. Kesana kemari Iblis berlari, kearah daratan dan kearah lautan, namun tetap saja Iblis tidak menemukan tempat yang aman sehingga ia mendatangi kuburnya Nabi Adam dan bersujud di atasnya, maka seketika ada yang berkata: “Pintu Taubat sudah tertutup! Maka Allah tidak akan menerima taubatmu”.
Iblis menjawab layaknya orang bodoh: “Andai saja aku tahu kalau ini adalah kuburannya Adam, tentu aku tidak akan berhenti dan bersujud disini”.

Tanpa basa-basi lagi, para pembantu Izra’il langsung menjegalnya dan Izra’il pun seketika itu langsung mencabut Ruhnya dengan kasar.

Dikisahkan Pula:
Ketika Kiamat sudah datang, saat Ahli Surga berada dalam surga-Nya dan Ahli Neraka juga berada dalam Neraka-Nya, Allah akan memerintahkan para Malaikat untuk mengeluarkan Iblis dari Neraka disetiap 100.000 tahun sekali, dan mengeluarkan Adam dari dalam surga, kemudian Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud pada Adam. Namun Iblis tidak mau dan akhirnya, Allah pun mengembalikannya ke Neraka lagi dan mengembalikan Adam ke Surga.

Wallahu A’lam.........

Friday, 7 March 2014

Awal Mula Gempa dan Gerhana Matahari




At-Tsa'labi berkata:
“Saat Habil dibunuh, maka bumi bergetar dan ini adalah pertama kali gempa yang terjadi dibumi,dan itu terjadi 7x dalam sehari sampai 7 hari dari kematian Habil, oleh karenanya maka matahari jadi tertutup, dan ini adalah pertamanya terjadi Gerhana Matahari dimuka bumi.

 At-Tsa'labi berkata:
“Ketika Habil terbunuh maka tumbuhlah Duri dipohon-pohon dan jadi berubah rasa buah-buahan dan jadi asin rasa air, pada saat itu Adam masih ditanah Hindia dan belum tahu kabar tentang kematian anak yang dicintainya yaitu Habil.

Ibnu Abbas berkata:
“Saat Qobil membunuh saudaranya, Habil. Ia berada digunung ‘Qosiyun’ dalam Goa Darah, maka bumi menyerap darah tersebut, lalu Allah memberi wangsit pada Qobil, “Dimana saudaramu?”, Qobil menjawab: “Aku tidak tahu”.
Allah memberi wangsit lagi: “Sesungguhnya bentuk/gambaran darahnya saudaramu berteriak dari bumi bahwa kamulah yang membunuhnya”. Lalu Qobil berkata: “Dimanakah darahnya?”
Maka pada hari itu juga Allah mengharamkan bumi untuk menyerap semua darah.

Disaat Adam tahu kalau hatinya merasa tidak tenang, maka ia keluar untuk mengetahui apa yang sudah terjadi, disaat sampai dihadapan anak-anaknya maka barulah ia tahu bahwa Habil telah dibunuh, dan Qobil mengambil dan mempersunting Iqlima, disaat kedatangan Adam maka Qobil berlari dan menjerit karena takut pada ayahnya

At-Tsa'labi berkata:
Disaat kabar pembunuhan anaknya sudah jelas pada Adam maka Adam menangis, dan saat kabar tersebut sudah jelas pada Hawa, maka ia langsung menjerit-jerit.
Maka jadilah kebiasaan menjerit-jerit pada anak cucu mereka.

At-Tsa'labi berkata:
“Disaat Adam mengetahui terbunuhnya Habil maka Adam berdiam diri selama 1 tahun tidak pernah tertawa dan tidak mau menggauli istrinya (Hawa) lalu Allah memberi wahyu: “Hai Adam, sampai kapan kamu bersedih dan menangis? Sungguh Aku akan memberi gantinya padamu anak yang benar-benar Nabi dan Aku akan menjadikan Nabi-nabi dari keturunannya sampai Hari Kiamat, dan ciri-cirinya adalah, ia akan dilahirkan sendiri (tidak kembar) pada 1 kandungan. Ketika ia lahir maka berilah ia nama Syits”.

Arti Syits menurut bahasa Suryani adalah Abdullah. Saat Hawa mengandungnya, ia tak merasa berat dan tak merasa repot saat melahirkan.
Jarak antara kematian Habil dan lahirnya Syits adalah 100 tahun.

Attsa'labi berkata:
“Ketika Syits dilahirkan dan tumbuh dewasa, maka Adam pun menyendiri untuk beribadah kepada Allah dan membaca Mushaf. Sedangkan Syits, ia dipasrahi untuk memimpin saudara-saudaranya dan menegakkan hukum-hukum Allah dengan Hak dan Benar.
Sementara Adam, disaat asyiknya menyendiri, tiba-tiba Allah memberikan wahyu padanya: “Hai Adam, Wasiatilah anakmu Syits, sebagaimana Aku berwasiat padamu. Aku adalah Dzat yang akan mencicipkan kematian padamu dan kepada anak turunmu sampai Hari Kiamat dan itu adalah keputusan yang telah Aku Pastikan!”.

Mendengar wahyu itu, tercenganglah Adam seketika dan berkata: “Ya Allah, Kematian ini memang sudah Engkau janjikan”.

Lalu Adam pun memanggil Syits dan memberikan wasiat yang sangat banyak, sampai-sampai Adam memberitakan tentang kejadian-kejadian yang akan datang seperti terjadinya Badai Tofan dan rusaknya Alam, dan Adam pun mengajarkan pada Syits tentang waktu-waktu beribadah dari malam sampai siang hari. Lalu Adam mengeluarkan sebuah lembaran sutra yang berwarna putih dan di sutra itu terdapat gambaran para Nabi dan raja-raja yang ada didunia ini sampai Hari Kiamat. Dan lembaran itu adalah lembaran dari surga yang Allah turunkan pada Adam.
Lalu Nabi Adam memberikan lembaran itu pada Syits dan memintanya untuk melipat dan meletakkannya didalam peti lalu dikunci. Adam pun kemudian memberikan beberapa helai rambut jenggotnya lalu meletakkannya diatas peti. Dan Adam pun berpesan: “Anakku, Ambillah rambut-rambut ini, jika engkau mendapati sebuah masalah yang penting, maka bawalah rambut-rambut ini, Engkau akan mengalahkan musuh-musuhmu selama rambut-rambut ini ada bersamamu. Namun jika suatu saat nanti engkau melihat rambut-rambut ini sudah mulai memutih, maka ketahuilah bahwa Ajalmu sudah dekat dan engkau akan mati di tahun itu”.
Adam pun mencopot cin-cinnya dan memberikannya pada Syits dan memasrahkan peti tadi beserta lembaran-lembaran Mushaf yang telah diturunkan padanya seraya berpesan: “Anakku, perangilah saudaramu Qobil, karna sesungguhnya Allah pasti akan menolongmu”.

Diceritakan bahwa Adam hidup pada usia 1000 tahun, terhitung semenjak ia diturunkan ke bumi.