“Saat
Habil dibunuh, maka bumi bergetar dan ini adalah pertama kali gempa yang
terjadi dibumi,dan itu terjadi 7x dalam sehari sampai 7 hari dari kematian Habil,
oleh karenanya maka matahari jadi tertutup, dan ini adalah pertamanya terjadi Gerhana
Matahari dimuka bumi.
At-Tsa'labi
berkata:
“Ketika
Habil terbunuh maka tumbuhlah Duri dipohon-pohon dan jadi berubah rasa
buah-buahan dan jadi asin rasa air, pada saat itu Adam masih ditanah Hindia dan
belum tahu kabar tentang kematian anak yang dicintainya yaitu Habil”.
Ibnu Abbas
berkata:
“Saat
Qobil membunuh saudaranya, Habil. Ia berada digunung ‘Qosiyun’ dalam Goa Darah,
maka bumi menyerap darah tersebut, lalu Allah memberi wangsit pada Qobil,
“Dimana saudaramu?”, Qobil menjawab: “Aku tidak tahu”.
Allah
memberi wangsit lagi: “Sesungguhnya bentuk/gambaran darahnya saudaramu
berteriak dari bumi bahwa kamulah yang membunuhnya”. Lalu Qobil berkata: “Dimanakah
darahnya?”
Maka
pada hari itu juga Allah mengharamkan bumi untuk menyerap semua darah.
Disaat
Adam tahu kalau hatinya merasa tidak tenang, maka ia keluar untuk mengetahui
apa yang sudah terjadi, disaat sampai dihadapan anak-anaknya maka barulah ia tahu
bahwa Habil telah dibunuh, dan Qobil mengambil dan mempersunting Iqlima, disaat
kedatangan Adam maka Qobil berlari dan menjerit karena takut pada ayahnya
At-Tsa'labi
berkata:
Disaat kabar
pembunuhan anaknya sudah jelas pada Adam maka Adam menangis, dan saat kabar
tersebut sudah jelas pada Hawa, maka ia langsung menjerit-jerit.
Maka
jadilah kebiasaan menjerit-jerit pada anak cucu mereka.
At-Tsa'labi
berkata:
“Disaat
Adam mengetahui terbunuhnya Habil maka Adam berdiam diri selama 1 tahun tidak
pernah tertawa dan tidak mau menggauli istrinya (Hawa) lalu Allah memberi wahyu:
“Hai Adam, sampai kapan kamu bersedih dan
menangis? Sungguh Aku akan memberi gantinya padamu anak yang benar-benar Nabi dan
Aku akan menjadikan Nabi-nabi dari keturunannya sampai Hari Kiamat, dan
ciri-cirinya adalah, ia akan dilahirkan sendiri (tidak kembar) pada 1
kandungan. Ketika ia lahir maka berilah ia nama Syits”.
Arti Syits
menurut bahasa Suryani adalah Abdullah. Saat Hawa mengandungnya, ia tak merasa
berat dan tak merasa repot saat melahirkan.
Jarak antara
kematian Habil dan lahirnya Syits adalah 100 tahun.
Attsa'labi
berkata:
“Ketika Syits dilahirkan dan tumbuh dewasa, maka Adam pun menyendiri untuk
beribadah kepada Allah dan membaca Mushaf. Sedangkan Syits, ia dipasrahi untuk
memimpin saudara-saudaranya dan menegakkan hukum-hukum Allah dengan Hak dan
Benar.
Sementara Adam, disaat asyiknya menyendiri, tiba-tiba Allah memberikan
wahyu padanya: “Hai Adam, Wasiatilah anakmu
Syits, sebagaimana Aku berwasiat padamu. Aku adalah Dzat yang akan mencicipkan
kematian padamu dan kepada anak turunmu sampai Hari Kiamat dan itu adalah
keputusan yang telah Aku Pastikan!”.
Mendengar wahyu itu, tercenganglah Adam seketika dan berkata: “Ya Allah,
Kematian ini memang sudah Engkau janjikan”.
Lalu Adam pun memanggil Syits dan memberikan wasiat yang sangat banyak,
sampai-sampai Adam memberitakan tentang kejadian-kejadian yang akan datang
seperti terjadinya Badai Tofan dan rusaknya Alam, dan Adam pun mengajarkan pada
Syits tentang waktu-waktu beribadah dari malam sampai siang hari. Lalu Adam mengeluarkan
sebuah lembaran sutra yang berwarna putih dan di sutra itu terdapat gambaran
para Nabi dan raja-raja yang ada didunia ini sampai Hari Kiamat. Dan lembaran
itu adalah lembaran dari surga yang Allah turunkan pada Adam.
Lalu Nabi Adam memberikan lembaran itu pada Syits dan memintanya untuk
melipat dan meletakkannya didalam peti lalu dikunci. Adam pun kemudian memberikan
beberapa helai rambut jenggotnya lalu meletakkannya diatas peti. Dan Adam pun berpesan:
“Anakku, Ambillah rambut-rambut ini, jika engkau mendapati sebuah masalah yang penting,
maka bawalah rambut-rambut ini, Engkau akan mengalahkan musuh-musuhmu selama
rambut-rambut ini ada bersamamu. Namun jika suatu saat nanti engkau melihat
rambut-rambut ini sudah mulai memutih, maka ketahuilah bahwa Ajalmu sudah dekat
dan engkau akan mati di tahun itu”.
Adam pun mencopot cin-cinnya dan memberikannya pada Syits dan memasrahkan
peti tadi beserta lembaran-lembaran Mushaf yang telah diturunkan padanya seraya
berpesan: “Anakku, perangilah saudaramu Qobil, karna sesungguhnya Allah pasti
akan menolongmu”.
Diceritakan bahwa Adam hidup pada usia 1000 tahun, terhitung semenjak ia
diturunkan ke bumi.

No comments:
Post a Comment