Friday, 7 March 2014

Awal Mula Gempa dan Gerhana Matahari




At-Tsa'labi berkata:
“Saat Habil dibunuh, maka bumi bergetar dan ini adalah pertama kali gempa yang terjadi dibumi,dan itu terjadi 7x dalam sehari sampai 7 hari dari kematian Habil, oleh karenanya maka matahari jadi tertutup, dan ini adalah pertamanya terjadi Gerhana Matahari dimuka bumi.

 At-Tsa'labi berkata:
“Ketika Habil terbunuh maka tumbuhlah Duri dipohon-pohon dan jadi berubah rasa buah-buahan dan jadi asin rasa air, pada saat itu Adam masih ditanah Hindia dan belum tahu kabar tentang kematian anak yang dicintainya yaitu Habil.

Ibnu Abbas berkata:
“Saat Qobil membunuh saudaranya, Habil. Ia berada digunung ‘Qosiyun’ dalam Goa Darah, maka bumi menyerap darah tersebut, lalu Allah memberi wangsit pada Qobil, “Dimana saudaramu?”, Qobil menjawab: “Aku tidak tahu”.
Allah memberi wangsit lagi: “Sesungguhnya bentuk/gambaran darahnya saudaramu berteriak dari bumi bahwa kamulah yang membunuhnya”. Lalu Qobil berkata: “Dimanakah darahnya?”
Maka pada hari itu juga Allah mengharamkan bumi untuk menyerap semua darah.

Disaat Adam tahu kalau hatinya merasa tidak tenang, maka ia keluar untuk mengetahui apa yang sudah terjadi, disaat sampai dihadapan anak-anaknya maka barulah ia tahu bahwa Habil telah dibunuh, dan Qobil mengambil dan mempersunting Iqlima, disaat kedatangan Adam maka Qobil berlari dan menjerit karena takut pada ayahnya

At-Tsa'labi berkata:
Disaat kabar pembunuhan anaknya sudah jelas pada Adam maka Adam menangis, dan saat kabar tersebut sudah jelas pada Hawa, maka ia langsung menjerit-jerit.
Maka jadilah kebiasaan menjerit-jerit pada anak cucu mereka.

At-Tsa'labi berkata:
“Disaat Adam mengetahui terbunuhnya Habil maka Adam berdiam diri selama 1 tahun tidak pernah tertawa dan tidak mau menggauli istrinya (Hawa) lalu Allah memberi wahyu: “Hai Adam, sampai kapan kamu bersedih dan menangis? Sungguh Aku akan memberi gantinya padamu anak yang benar-benar Nabi dan Aku akan menjadikan Nabi-nabi dari keturunannya sampai Hari Kiamat, dan ciri-cirinya adalah, ia akan dilahirkan sendiri (tidak kembar) pada 1 kandungan. Ketika ia lahir maka berilah ia nama Syits”.

Arti Syits menurut bahasa Suryani adalah Abdullah. Saat Hawa mengandungnya, ia tak merasa berat dan tak merasa repot saat melahirkan.
Jarak antara kematian Habil dan lahirnya Syits adalah 100 tahun.

Attsa'labi berkata:
“Ketika Syits dilahirkan dan tumbuh dewasa, maka Adam pun menyendiri untuk beribadah kepada Allah dan membaca Mushaf. Sedangkan Syits, ia dipasrahi untuk memimpin saudara-saudaranya dan menegakkan hukum-hukum Allah dengan Hak dan Benar.
Sementara Adam, disaat asyiknya menyendiri, tiba-tiba Allah memberikan wahyu padanya: “Hai Adam, Wasiatilah anakmu Syits, sebagaimana Aku berwasiat padamu. Aku adalah Dzat yang akan mencicipkan kematian padamu dan kepada anak turunmu sampai Hari Kiamat dan itu adalah keputusan yang telah Aku Pastikan!”.

Mendengar wahyu itu, tercenganglah Adam seketika dan berkata: “Ya Allah, Kematian ini memang sudah Engkau janjikan”.

Lalu Adam pun memanggil Syits dan memberikan wasiat yang sangat banyak, sampai-sampai Adam memberitakan tentang kejadian-kejadian yang akan datang seperti terjadinya Badai Tofan dan rusaknya Alam, dan Adam pun mengajarkan pada Syits tentang waktu-waktu beribadah dari malam sampai siang hari. Lalu Adam mengeluarkan sebuah lembaran sutra yang berwarna putih dan di sutra itu terdapat gambaran para Nabi dan raja-raja yang ada didunia ini sampai Hari Kiamat. Dan lembaran itu adalah lembaran dari surga yang Allah turunkan pada Adam.
Lalu Nabi Adam memberikan lembaran itu pada Syits dan memintanya untuk melipat dan meletakkannya didalam peti lalu dikunci. Adam pun kemudian memberikan beberapa helai rambut jenggotnya lalu meletakkannya diatas peti. Dan Adam pun berpesan: “Anakku, Ambillah rambut-rambut ini, jika engkau mendapati sebuah masalah yang penting, maka bawalah rambut-rambut ini, Engkau akan mengalahkan musuh-musuhmu selama rambut-rambut ini ada bersamamu. Namun jika suatu saat nanti engkau melihat rambut-rambut ini sudah mulai memutih, maka ketahuilah bahwa Ajalmu sudah dekat dan engkau akan mati di tahun itu”.
Adam pun mencopot cin-cinnya dan memberikannya pada Syits dan memasrahkan peti tadi beserta lembaran-lembaran Mushaf yang telah diturunkan padanya seraya berpesan: “Anakku, perangilah saudaramu Qobil, karna sesungguhnya Allah pasti akan menolongmu”.

Diceritakan bahwa Adam hidup pada usia 1000 tahun, terhitung semenjak ia diturunkan ke bumi.

No comments:

Post a Comment