Thursday, 20 February 2014

Kehidupan dan Bercocok Tanamnya Nabi Adam 'Alaihissalaam



Ketika siang tiba dan Nabi Adam melihat matahari yang berputar di Cakrawala, maka Nabi Adam menjadi kagum. dan disaat matahari semakin tinggi, maka terbakarlah jasad Nabi Adam karena dia telanjang dan tanpa tutup kepala, disaat Malaikat Jibril datang, Nabi Adam mengadu tentang sesuatu yang terjadi, akhirnya Jibril mengusap kepala Nabi Adam, maka berkuranglah tinggi jasad Nabi Adam menjadi 35 dziro’ (± 21,84cm).

Imam Qotadah berkata:
Jika Nabi Adam Haus, maka ia meminum awan. dan diriwayatkan jika rambut dan kuku Nabi Adam tumbuh panjang, Jibril datang padanya dan memotongnya lalu bekas potongan tadi dikubur dibumi maka Allah menumbuhkan pohon kurma dilokasi penguburan tersebut.
Oleh karena itu dikatakan: Mulyakanlah Bibi kalian, yaitu Kurma.

Ibnu Abbas berkata:
Selama 300 tahun Nabi Adam dibumi, ia tidak pernah melihat keatas karena malu kepada Allah dan berdiam diri sambil menangis selama kurang lebih 200 tahun, lalu tumbuhlah rumput-rumput dari tetesan air matanya dan burung-burung beserta hewan-hewan buas, meminum tetesan air matanya.

Kemudian Nabi Adam mengadukan tentang dirinya yang telanjang dan panasnya terik matahari pada Jibril, maka Jibril pun mendatangi Hawa dengan membawa domba dari surga dan mengambil bulunya lalu diserahkan pada Hawa dan Jibril mengajarinya cara membuat benang dari bulu, setelah di praktekkan lalu Jibril mengajarinya menenun, maka Hawa pun menenun untuk dibuat selimut, kemudia­n Jibril berpaling dari Hawa dan membawakan selimut tadi pada Nabi Adam, maka tertutuplah jasad Nabi Adam dan Jibril pun tidak bilang kalau selimut ini adalah pembuatannya Hawa.
Kemudian Nabi Adam mengadu tentang lapar karena dia tinggal dibumi sudah 40 tahun tidak makan dan tidak minum, lalu Jibril pergi dan datang membawa 2 ekor sapi dari surga yang 1 warna hitam dan yang 1 lagi warna merah dan mengajarkannya bertani lalu Jibril datang membawakan secakupan gandum dan mengajari cara menanamnya.
                                                                                              
Suatu hari Nabi Adam mengolah tanah, tiba-t
Jibril menjawab: “Tunggu­ dulu sampai matahari terbenam maka jadi sempurna untukmu berpuasa”.
Nabi Adam adalah manusia yang pertama kali melakukan puasa dimuka bumi ini.

Ketika matahari sudah terbenam dan Nabi Adam meletakkan roti itu dihadapannya, Nabi Adam mengulurkan tangannya untuk mengambil secuil, namun rotinya lari dan jatuh dari atas gunung, lalu Nabi Nabi Adam mengejar dan mengambilnya kembali, lantas Jibril berkata pada Nabi Adam:
iba­ salah 1 sapi berhenti dan Nabi Adam pun memukulnya dengan tongkat yang ada ditangannya, lal­u dengan izin Allah sapi tadi berkata: “Kenapa kamu memukulku?” Nabi Adam menjawab: “Karena­ kamu tidak patuh padaku”, maka sapi tadi berkata lagi: “Allah benar-benar maha Welas Asih padamu karena tidak memukulmu disaat kamu tidak mematuhi-Nya”. Mendengar kata-kata itu, Nabi Adam langsung menangis dan berucap: “Ya Allah, kenapa semua mencelaku sehingga para hewan pun begitu?” Lalu Allah memerintahkan Jibril untuk mengusap lidah para hewan dan jadilah hewan-hewan menjadi bisu (tidak bisa bicara).
Sebenarnya, Hewan-hewan itu bisa bicara sebelum turunnya Adam kebumi.

Bercocok Tanam...

Jika Nabi Adam menanam, maka tumbuh, bertangkai dan timbullah gandum dihari itu juga, lalu Jibril mengajarkan untuk memanennya, maka  di panenlah gandum tersebut dengan seksama dan ditampi (disiliri.jawa­) melalui angin (ditiupkan angin agar bersih) Nabi Adam berkata: “Apakah boleh aku makan sekarang?”
Jibril menjawab: “Tunggu ­dulu”.
Kemudian Jibril membelah dua batu gunung lalu menggiling gandum tadi dengan kedua batu itu sehingga menjadi tepung lalu Nabi Adam berkata: “Apakah aku sudah bisa memakannya sekarang?”
Jibril menjawab: “Sabarl­ah”.
Lalu Jibril pergi dan mendatangkan secuil api dari Jahannam setelah dicelupkan air selama 7x,
Jika tidak demikian (dicelupkan air selama 7x) maka bumi seisinya bisa terbakar.

Kemudian Jibril mengajarkan cara membuat roti, setelah jadi roti, Nabi Adam bertanya pada Jibril: “Apakah aku sudah bisa memakannya?”
“Seumpama kamu mau bersabar, maka roti tersebut akan mendatangimu sendiri tanpa kamu kejar”.

No comments:

Post a Comment