Tuesday, 18 February 2014

Bulan Madu Dan Tergodanya Nabi Adam 'Alaihissalaam


Ketika Adam dan Hawa sampai dalam surga, mereka melihat ranjang pengantin/­pelaminan yang terbuat dari mutiara dan dilengkapi dengan 700 kursi yang terbuat dari mutiara merah dan diatasnya terdapat selimut dari sutra. Lalu Malaikat berkata: “Wahai Adam dan Hawa! Turunlah kalian disini”. Lalu mereka turun dan duduk diatas pelaminan, kemudian didatangkan kepada mereka dua dompol anggur, disetiap ­1 dompol panjangnya kira-kira perjalanan 1 hari 1 malam. Dan mereka makan, minum dan berpesta ria di pertamanan surga. Jika Adam ingin bersenggama, maka mereka masuk disebuah kubah yang terbuat dari Mutiara dan Batu Zabarjad dan dipasanglah gorden-gorden sutra.

Jika Hawa berjalan, maka dibelakangnya di iringi bidadari yang tidak terhitung jumlahnya.



Ibnu Sina berkata:

“Buah-bu­ahan surga yang pertama kali dimakan Nabi Adam adalah Buah Pidara”.



Ibnu Abbas berkata:

“Pertama kali yang mereka makan adalah anggur dan terakhir kali yang mereka makan adalah jagung gandum”. Seperti keterangan yang akan datang.

Mereka disana pada minum Arak Surga, disaat meminumnya maka dapat kebahagiaan yang extra,

Maka barang siapa minum Arak Dunia maka tidak bisa minum Arak Surga.



Wahhab bin Munabbih berkata:

“Petani jagung gandum akan mendapat kepayahan dan kerepotan selamanya pada masa mulai menanamnya, menu­nainya sampai menjadikan tepung, karna itu adalah makanan yang pertama kali dimakan atas kemaksiatan”.

Dan diceritakan sesungguhnya pertama kali yang dimakan orang-orang mukmin disurga adalah buah anggur.



Annaisaburi berkata:

“Yang pertama kali dimakan adalah hatinya ikan yang menggendong bumi sehingga penduduk surga tahu masa habisnya dunia.



Wahhab bin Munabbih berkata:

“Ketika Adam jalan-jalan, tanpa sengaja mendekati pohon jagung gandum, maka cepat-cepatlah ia berlari menjauh karena terikat janji antara ia dan Allah agar tidak memakan buahnya”.

Pohon jagung gandum disurga itu punya beberapa tangkai, disetia­p tangkai ada bijinya dan disetiap biji, kira-kira sebesar kepala unta rasanya lebih manis dari pada Madu dan lebih putih daripada Susu.

Setelah Iblis mengetahui bahwa Adam dan Hawa sudah berada didalam surga dan Adam dilarang makan jagung gandum, maka ia menghampiri pintu surga dan berdiri disitu kira-kira 300 tahun dari tahun akhirat dan dia selalu melihat kesana kemari siapa tahu ada yang lewat kepintu surga.

Wahhab bin Munabbih berkata:
“Dan datanglah raja burung surga yaitu burung merak yang indah wujudnya. dan ketika Iblis melihatnya, maka burung tadi dipanggil dan disuruh mendekat, lalu berkatalah Iblis padanya: “Wahai burung yang bagus, dari manakah kamu?”
Burung tadi menjawab: “Dari pertamanan Adam”
Iblis berkata: “Saya membawa nasihat yang bagus dan saya ingin kamu memasukkanku kesurga bersamamu,
Burung merak menjawab: “Kenapa ­ kamu tidak masuk sendiri?”
Iblis berkata: “Saya ingin masuk secara rahasia”
Burung tadi menjawab: “Wah saya tidak sanggup, tapi saya akan membawa teman yang bisa memasukkanmu dengan rahasia”.
Kemudian merak tadi mendatangi ular yang mana disurga tidak ada makhluk yang lebih indah daripada ular, kepalanya­ dari Yaqut Merah, kedua matanya dari Zabarjad Hijau, lidahnya dari Kapur dan kedua kakinya seperti Kaki Unta.
Merak berkata padanya: “Dipintu­ surga ada Malaikat dari Malaikat Mukarromin yang membawa nasihat”.
Maka bergegaslah ular tadi menemuinya. Kem­udian Iblis berkata: “Apakah kamu bisa membawaku masuk kedalam surga secara rahasia? Karena aku membawa sebuah nasihat”.
Ular menjawab: “Bagaiman­a caranya mengelabuhi Malaikat Ridlwan?”
Iblis berkata: “Bukala­h mulutmu”.
Lalu ular membuka mulutnya dan masuklah Iblis tersebut dan berkata: “Bawalah­ aku dekat pohon gandum”.
lalu ular membawanya dan meletakkannya dipohon gandum tadi.

Kemudian Iblis mengeluarkan Seruling dan memainkannya dengan merdu,
ketika Adam dan Hawa mendengarnya, me­reka langsung mendatanginya untuk mendengarkan/menikmati, disaat mereka sampai dipohon gandum, maka Iblis berkata padanya: “Wahai Adam, Mendekatla­h pada pohon ini”
Adam berkata: “Sesungg­uhnya aku dicegah untuk dekat dengan pohon itu”.
Iblis berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu umtuk mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga). Karena sesungguhnya, Siapa saja yang memakan biji dari pohon ini, dia tidak akan bisa tua dan pikun”.
Dan Iblis juga bersumpah dengan nama Allah bahwa memakan biji itu tidak akan membahayakan mereka berdua dan dia mengaku bahwa dia adalah pembawa nasihat bagi mereka berdua,
Maka Adam pun menyangka bahwa tidak ada yang berani mengucapkan sumpah dengan nama Allah pada kebohongan dan menyangka bahwa Iblis tadi adalah Malaikat pembawa nasihat.

Dari keinginan Hawa untuk kekal disurga maka ia maju duluan dan memakannya, Ketika Adam melihatnya makan dan selamat, maka Adam pun ikut maju dan memakannya, pada­ saat biji sampai ditenggorokan maka terbanglah mahkota yang ada dikepalanya bersama perhiasan-perhiasan yang ada padanya.
________________________________________
Pertanyaan:
“Kenapa disaat Hawa makan biji tersebut seluruh pakaiannya tidak terlepas seketika, sedangkan Adam pakaiannya terlepas seketika?”
Jawab:
“Andaikan pakaian Hawa lepas seketika itu, maka Adam akan kembali dan tidak mau ikut makan, begitu juga Diyat/Tebusan itu pada yang berakal. dan karena sesungguhnya awal perkara itu untuk Adam.
________________________________________

Sebagian Ulama’ berkata: “Sesungguhnya Adam memakannya itu dalam keadaan lupa. Sebagaimana firman Allah:

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَى آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا


dan Sesungguhnya telah Kami perintahkan9 kepada Adam dahulu, Maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. (Thaaha, Ayat 115)
9 Perintah Allah ini tersebut dalam ayat 35 surat Al Baqarah.


Disaat Adam memakan biji gandum, Allah memerintahkan Jibril untuk mencabut ubun-ubun Adam dan Hawa juga mengeluarkannya­ dari surga dan dipanggil dengan sebutan ‘Maksiat’.

Wahhab bin Munabbih berkata:
“Saat itu Adam dan Hawa dalam keadaan telanjang, merek­a berputar pada pohon-pohon surga untuk mengambil daun untuk menutupi tubuh mereka, tapi pohon-pohon itu pada kabur, akhirnya ­pohon ‘Tin’ merasa kasihan pada mereka dan menutupi mereka dan di ambillah daunnya untuk menutupi tubuh mereka.
Dikatakan bahwa yang menutupinya adalah pohon Garu, Oleh karena itu Allah memulyakannya dengan Aroma yang harum dan Allah memulyakan pohon ‘Tin’ dengan buah yang manis tanpa biji.
Dikatakan juga bahwa yang menutupinya adalah pohon ‘Inai’. Oleh karena itu jadilah baunya harum dan wangi dan dinamakan ‘inai’.

Ka’ab al-Ahkbar berkata:
“Ketika Adam dalam keadaan telanjang, Allah berfirman padanya: “Keluarlah kamu dari-Ku, Aku akan menunggumu”.
Maka Adam berkata: “ya Allah, Sungguh aku tidak sanggup karena malu padamu”.

No comments:

Post a Comment