Dalam
Bada-i’uzzuhur halaman 42-43, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas al-Hanafy
mengatakan:
Diceritakan
bahwa, disaat Nabi Adam memakan roti, ia lalu menyimpannya sampai malam
berikutnya maka Jibril berkata padanya, “Andai kamu tidak melakukan itu, maka tiada
satu pun anak cucumu melakukan simpan menyimpan”. Maka hal itu jadi
kebiasaan anak cucu Adam.
Diceritakan
bahwa saat Adam makan roti, lalu ia merasa haus kemudian ia minum air, setelah
itu perutnya merasa mual melilit dan tidak bisa ditahan, disaat Jibril
mendatanginya, ia langsung mengadu, lalu Jibril menusuk dari duburnya, dan
seketika itu Adam bisa kencing dan berak.
Ibnu
Abbas ra berkata:
Saat
Adam lapar, ia lupa Hawa’ dan teringat saat ia kenyang, dan suatu hari ia
bertanya pada Jibril: “Wahai Jibril, Apakah Hawa masih hidup atau sudah mati?”
Jibril
menjawab: “Ia masih hidup, bahkan keadaannya lebih baik daripada kamu karena
dia ada dipantai dan menangkap ikan lalu dibuat makan”.
Adam
berkata: “Wahai Jibril sungguh aku mimpi bertemu Hawa pada malam ini”.
Jibril
berkata: “Wahai Adam, berbahagialah kamu, karena Allah tidak memperlihatkannya
padamu kecuali dekat dengan pertemuan”.
Ibnu
Abbas berkata:
“Saat
masa ujian Adam habis, lalu bertaubat, maka Allah menerima taubatnya sebagaimana
firman Allah:
فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه ، إنه هو التواب الرحيم
Kemudian Adam menerima beberapa
kalimat[40] dari Tuhannya, Maka Allah menerima taubatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
[40]
Tentang beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang diterima oleh Adam,
sebagian Ahli Tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat.
Sebagian
Ulama berkata: Allah memberi Ilham pada Adam lalu berucap :
قالا ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
Keduanya
berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah
Kami Termasuk orang-orang yang merugi.
(al-A’raf ayat: 23).
Dan
diceritakan, Bahwa Adam berdoa: “ya Robbi, dengan Hak Muhammad, Ampunilah kesalahanku. Lalu Allah memberi
wahyu” “Bagaimana kamu tahu Muhammad? Padahal belum Aku ciptakan?”
Adam
menjawab: “Disaat Engkau menciptakanku, aku mengangkat kepalaku dan aku
melihat dipilar-pilar ‘Arsy ada tulisan “LA
ILAHA ILLALLAH, MUHAMMADUR RASULULLAH” maka aku mengetahui bahwa Engkau
tidak akan mengaitkan nama Engkau kecuali dengan nama seorang makhluk yang
Engkau cintai”.
Lalu
Allah menjawab: “Kamu benar Adam, maka Aku mengampunimu karena kamu berdoa pada-Ku
dengan Hak Muhammad”.
Imam Tsa’labi berkata:
“Kemudian
Allah memberi wahyu pada Adam: “Berjalanlah dari bumi Hindia menuju Makkah
dan Thowaf-lah mengelilingi Al-Bait lalu mintalah ampunan pada-Ku maka Aku akan
mengampuni kesalahanmu”.
Diceritakan:
“Allah menurunkan mutiara merah dari mutiara-mutiara surga sebesar Ka’bah dan
itu adalah tempat batu putih yang menjadikan bumi jadi panjang yang didalamnya
dijadikan bejana dari emas yang bersinar, lalu Allah mengutus Malaikat untuk
menemani Adam dan jadi petunjuk jalan menuju Makkah dan diturunkan untuk Adam
sebuah tongkat yang panjangnya 20 dziro’ (±
12,48cm) dari pohon garu yaitu pohon yang berada disurga.
Disaat
Adam berjalan maka bumi terlipat dan setiap tempat yang terinjak telapak kaki Adam,
jadilah sebuah perkampungan/berpenduduk.
Disaat
Adam memasuki Makkah maka Allah memberi wahyu agar Adam thowaf di Baitullah
lalu Adam thowaf 7x dengan kepala terbuka dan telanjang badan. maka hal itu
jadi Sunnah Haji, setelah Adam melakukan hal itu maka Allah telah mengampuni
kesalahannya dan menerima taubatnya.
Maka
jadilah Thowaf sebagai pelebur dosa.
Diceritakan
dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau bersabda: “Sesungguhnya, Iblis
yang laknat berkata: “ya Robbi, Sungguh prilaku hamba-hamba-Mu sangat aneh, ada
yang cinta pada-Mu ada yang mendurhakai-Mu, ada yang benci padaku ada juga
yang taat padaku”,
Lalu
Allah menjawab: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku menjadikan cinta mereka pada-Ku
sebagai pelebur untuk taat padamu dan Aku menjadikan bencinya mereka padamu
sebagai pelebur kemaksiatan padaku”.
Wahhab
bin Munabbih berkata:
“Saat
Adam bertaubat, Allah memerintahkan padanya agar keluar menuju tanah ‘Arofah,
setelah sampai dibukit ‘Arofah lalu Adam wukuf/berhenti sejenak/mengheningkan
cipta disana, setelah itu tiba-tiba Ibu Hawa ada dihadapannya lalu mereka
berkumpul dibukit situ,
maka
dari inilah wukuf di ‘arofah menjadi Sunnah Haji.
Dinamakan
‘Arofah karena Adam den Hawa bertemu disana, kemudian Adam tinggal di Makkah
sebentar lalu mereka pindah menuju bumi Hindia.
Diceritakan
bahwa perpisahan Adam dan Hawa itu 500 tahun.

No comments:
Post a Comment